Perumpamaan

Akal manusia seringkali kesulitan ketika harus mencerna sesuatu dalam skala yang sangat besar, sangat banyak, ataupun sebaliknya yang sangat kecil. Juga ketika harus berhadapan pada hal-hal yang tidak kasat mata. Tetapi kerja akal manusia menjadi sangat terbantu ketika diberikan simbol-simbol dan perumpamaan-perumpaan.

Contoh: ada banyak bintang di alam semesta ini. Sangat, sangat banyak. Ada yang memperkirakan jumlahnya sampai 200 sextillion. Angka dua dengan dua puluh tiga nol di belakangnya. Tetapi akal kita tidak bisa membayangkan jumlah sebanyak ini. Akal kita tidak beroperasi pada skala sedemikian besar. Kita tidak bisa membayangkan beda antara dua dengan dua puluh tiga nol dan dua dengan dua puluh dua nol di belakangnya.

Tetapi ketika dikatakan bahwa “jumlah bintang di alam semesta lebih banyak daripada jumlah butir pasir di seluruh pantai di dunia”, akal kita sedikit terbuka. Kita tetap tidak bisa membayangkan jumlahnya secara pasti, tetapi muncul gambaran di dalam kepala kita. Perumpamaan satu hal dengan hal lainnya membuat pemahaman kita memuai, meluas. Kita jadi sedikit lebih mengerti.

Perumpamaan dan simbol adalah senjata kita memahami dunia. Dunia yang jauh lebih besar dan lebih kecil dari apa yang bisa kita indera.

Maka ketika seseorang membuat resolusi tahun baru, semoga pada dasarnya dia tengah memanfaatkan tingginya perhatian otak kita pada simbol-simbol untuk memberi makna lebih pada keinginannya di tahun mendatang.

Tahun baru adalah simbol “permulaan”. “Awal”. Secara logika ia tidak berarti apa-apa, hanya pertambahan satu hari yang baru. Tetapi otak manusia seringkali tidak rasional. Otak manusia memberi nilai lebih pada simbol dan perumpamaan. Maka apabila simbol “permulaan” ini dapat memberi makna dan dorongan lebih pada seseorang untuk dapat memperbaiki dirinya, tidak ada salahnya digunakan.

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (QS 59:21)

One thought on “Perumpamaan

  1. Perumpamaan paling mindblowing yang pernah gue baca sampai sekarang, mungkin perumpamaan-nya Agus Mustafa akan makhluk tiga dimensi (manusia) dan dimensi-dimensi diatasnya persis seperti yang dipopulerkan Interstellar mengenai “bulk being”. Kurang lebih seperti ini lah: http://fikrirasyid.com/lebih-besar-dari-waktu/

    Gue suka ngebayangin kalo ada yang bisa melihat bayangan masa depan itu antara ada celah antar dimensi begini atau dilihat di luar waktu :))

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s